Selasa, 31 Juli 2012
Ibu adalah Tanah Alam Bumi
Sekian lama telah terjadi kehancuran, sekian lam terjadi ketidak adilan kepada IBU, bagimana kita membantu IBU agar IBU membantu kita semua, perjalan panjang dan melelahkan, tapak kaki hinga berdara dan bernanah, yang terdengar di di telinga ini hanya kesengsaraan.
Sawit, HTI/HPH, pertambangan terus berjalan tapak kaki ini hingga ke tanah papua yang selalu kita dengar dengan lagunya papua yang indah hutan dan airnya begitu indah dan jernih, tapi semua itu hanya tinggal lagu hanya tinggal sair.
Kalimantan, Papua , Sumatra semua pulau besar yang begitu hebatnya dengan sumber daya alamnya, begitu banyak suber daya alam telah di keruk oleh para komrader dan selalu berkata atas nama rakyat bahwa semua hanya tuk mereka yang punya uang dan harta.
Tapak kakipun melangkah dalam tanah nan indah dan begitu suburnya, namun mereka menangis karnah IBU akan dikeruk para komprader Negara luar dan Negara ini, “ anaku aku masih kecil masih bisa melihat sagu phon madu yang begitu banyak madunya, ikan di air yang jernih, babi yang begitu banyak, payau begitu banyak tapi sekarang hanya tingal cerita nak “ tangisan dara telah mereka alami, tangisankupun tak dengar lagi hanya detak jantungku yang begitu kencang dan darahku bergemuruh.
IBU dirimu telah banyak memberikan kami makan, begitu kami lahir kami minum air sungi bersih itu, kami lahir melihat gunung menjulang nan indah dan begitu hijau, IBU kami minta maaf kami telah mengambil kakimu kami telah mengambil tanganmu apakah kami juga akan mengambil jatung dan hatimu.
IBU semua yang aku lihat waktu aku kecil semua tinggal cerita yang kulihat sekarang kumbangan bekas tambang yang dapat menengelamkan kami, kami lihat hamparan luas yang telah berubah menjadi tanah gersang yang akan di buka kebun sawit dan HTI, kemana lagi kami pergi IBU?
IBU maafkan kami telah menjual tanah kami demi segepok uang dan rupiah yang tak seberapa, padahal kami cukup makan darimu IBU, tanah dengan hamparan luas bak permadani telah membuat kami hidup, membuat kami sebesar ini, tapi kami lupa bahwa tanah ini adalah IBUku.
Bagaimana kami akan kembali ketanah ini, ketika kami telah meningal kami akan di kubut ketanahmu IBU, apakah kau akan kami terimah ketanahmu ketika kami telah menyia – nyiakan IBU, kematiaan kamipun tak cukup membayar kesalahan kami, begitu banyak kami telah meubah bontang tanah ini, begitu banyak kami telah menjual tanah ini.
Ingin kembali kubasuh tanahmu dengan daraku, ingin kukembali kumemanjat tebing gunungmu, agar dapat kuraih matahri itu dengan senyumku, Wahai alam dan IBU berikan kami kematiaan yang indah di atas tanahmu agar kami tak di bilang anak durhaka.*****
Among, Manokwari 31 Juli 2012
Kamis, 19 Juli 2012
Keyakinan masyarakat long huvung /long hubung
Dua kali sudah saya kesana , permasalahan masih sama sengketa lahan dan tata batas, lebih miris lagi perushaan sawit telah mengusur tanah mereka.
Kali pertama saya kesana 27 april 2011 atas undagan teman – teman Nuranih , pertama kali saya di beri kehormatan untuk di angkat keluarga oleh masyarakat Long Hubung dan di beri nama Belawing Jiu dan Ical di beri nama Bah’lah.
Dengan upaca Tajau yang di lakukan masyarakat adat Long hubung dan dengan desa-desa tetanga yang berbatasan dengan long hubung semua di undang, tuk menyatukan pikiran bahwa tata batas harus di selesaikan, akhirnya terjadi kesepakatan.
Tapi apa yang terjadi kesepakatn itupun di langar oleh kampong tetanga, dan yang terjadi adalah malah petaka yang memakan korban di tangung oleh kampong tersebut, karnah dara ayam telah di tumpahkan di campur dengan beras kuning, yang memangil para leluhur untuk menyaksikan upacar Tajau tersebut dan itulah yang harus di tangung.
Perjalanan kami yang keduapun atas undagan teman-teman nuranih, kamipun bertemu dengan beberapa tema baru, dan permasalahanya lebih buruk dan miris demi upeti kepada pmerintah dan demi pembentukan kabupaten baru maka infestasi harus di bangun di daerah yang masih tersisah.
Kami selalu meyakinkan mereka “ Gunakan rasa dan hati yakini “ keyakinan itulah yang membuahkan hasil, tapi perjalanan tuk mendapatkan keyakinan harus berat dan membutuhkan pengorbanan.
Beberapa kali mereka harus mendapatkan teror dari kampong tetanga yang merasa bahwa itu juga tanah mereka, sampai akhirnya mereka harus terpecah belah demi sebuah kepentingan.
Ada Beberapa perusahaan yang bercokol disana PT. Gunungsari Primaland Nusantara, PT. Wijaya Karya Abadi, Timber Company (PT. RTC), ada sawit dan hph serta tambang.
Beberapa hari yag lalu saya di telpon masyarakat long hubung akan di adakan upacara Ritual Adat/Nilung Tanaq Artinya rekonsiliasi/pemulihan kembali/bersih bumi. Dan akan didirikan tiang persembahan dengan ikat merah. among
Kali pertama saya kesana 27 april 2011 atas undagan teman – teman Nuranih , pertama kali saya di beri kehormatan untuk di angkat keluarga oleh masyarakat Long Hubung dan di beri nama Belawing Jiu dan Ical di beri nama Bah’lah.
Dengan upaca Tajau yang di lakukan masyarakat adat Long hubung dan dengan desa-desa tetanga yang berbatasan dengan long hubung semua di undang, tuk menyatukan pikiran bahwa tata batas harus di selesaikan, akhirnya terjadi kesepakatan.
Tapi apa yang terjadi kesepakatn itupun di langar oleh kampong tetanga, dan yang terjadi adalah malah petaka yang memakan korban di tangung oleh kampong tersebut, karnah dara ayam telah di tumpahkan di campur dengan beras kuning, yang memangil para leluhur untuk menyaksikan upacar Tajau tersebut dan itulah yang harus di tangung.
Perjalanan kami yang keduapun atas undagan teman-teman nuranih, kamipun bertemu dengan beberapa tema baru, dan permasalahanya lebih buruk dan miris demi upeti kepada pmerintah dan demi pembentukan kabupaten baru maka infestasi harus di bangun di daerah yang masih tersisah.
Kami selalu meyakinkan mereka “ Gunakan rasa dan hati yakini “ keyakinan itulah yang membuahkan hasil, tapi perjalanan tuk mendapatkan keyakinan harus berat dan membutuhkan pengorbanan.
Beberapa kali mereka harus mendapatkan teror dari kampong tetanga yang merasa bahwa itu juga tanah mereka, sampai akhirnya mereka harus terpecah belah demi sebuah kepentingan.
Ada Beberapa perusahaan yang bercokol disana PT. Gunungsari Primaland Nusantara, PT. Wijaya Karya Abadi, Timber Company (PT. RTC), ada sawit dan hph serta tambang.
Beberapa hari yag lalu saya di telpon masyarakat long hubung akan di adakan upacara Ritual Adat/Nilung Tanaq Artinya rekonsiliasi/pemulihan kembali/bersih bumi. Dan akan didirikan tiang persembahan dengan ikat merah. among
Jumat, 09 Maret 2012
Langganan:
Komentar (Atom)
